Selasa, 07 Januari 2014

Rasa

Persatuan
ku rindu
akan itu
Apa kalian rasakannya?
Luka batin ini
Memendamnya
kan ku nikmati
rasa sakit hatiku
saat ini
Sekian lama kita bersama
Membumbung
persahabatan
yang kokoh
Waktu terbuang                                             
Terbuang dengan berarti
Kini
Apa yang terjadi ?
Persatuan kita sia-sia
Terbelah
Tak ada sedikit keharmonisan
Yang ada
kebencian
rindu ini

cukup membuktikan

Sekedar Harap

Ragamu untuknya
Hatimu untukku
Itu inginku
Mungkin kau tau
Hatiku berpihak padamu
Namun kau tak kan tau
Bila Cintaku
Seluas gurun pasir
Yang Terhalang oleh debu
Sedangkan kamu?
Di lautan sebrang

Yang tak mungkin untuk kuhampiri

Perbedaan


tak terasa
aku bertahan
begitu lama
kapan?
kapan kau kembali?
temaniku kembali
mengukir indahnya
perbedaan
walau tak begitu indah
namun
kita
adalah terbaik

Pelarian

Jalanan yang masih basah akan tetesan hujan yang tak kunjung kering. Hembusan angin sepoi sepoi membuatku terpaku dalam suasana hening. Duduklah aku di bangku taman dan menuliskan sebuah puisi


Kuberlari
Dengan lantunan
Lirih kurasa
Tak luput
Dari
Urutan-urutan
Syair puisiku
Tentangmu
Tentangku
Mau pun dia
Kuingin
Selalu bersamannya
Namun,
Tak ku berniat milikinya
Kuingin
Dia rasakan ini
Luputkan semua
Rasa benci
Rasa saling memilikki
Walau resah
Menghantui
Tak lelah kuberharap
Walau tiada akhir
Berpuisi dalam hati
Tak memberi harapan
Untukmu merinduku...
Kuingat beberapa kisah masa lalu, yang hampir saja kulupa itu.
“kamu sendirian?” tanya Abel
“iya..” jawabku dengan cuek.
Abel, dia adalah masa lalu terindahku. Dia sahabatku, bahkan dia pernah menjadi pacarku. Dia yang selalu menopangku saat aku jatuh, tak pernah ada air mata yang jatuh saat bersamanya, karna dia selalu menghapus air mataku sebelum air mata itu jatuh.
“aku sempat kerumahmu, tapi kata ayahmu kamu pergi” kata Abel
“oh yaa.. lalu siapa yang memberitahumu bila aku di sini?” tanyaku
“Dulu kita sering kesini, saat kamu badmood, kangen seseorang, yaaaa ada lah pokoknya” jawab Abel
“Kamu masih ingat semua itu? Ku kira kamu mudah melupakan semua itu?” tanggapku
Memang dulu kita sering ke taman ini untuk mengungkapkan isi hati dan pikiran, saat stress misalnya.
“Hahaha, banyak orang biang kalau aku player. Tapi hubungan kita saat itu membuatku canggung.” Kata Abel
“canggung?” tanyaku tegas
“iya canggung, canggung untuk nembak cewek yang sekedar kusukai, aku sudah terlalu nyaman berhubungan denganmu, walaupun semua ini masih cinta monyet” jawab Abel lembut
Aku tidak menyangka Abel berkata itu. Perasaanku menjadi aneh, deg-degan.
“oh” aku pun berdiri dan pergi
“heeei mau kemana? Tunggu aku!!” Abel mengejar
Kita pun jalan..
Tak ada sepatah kata pun yang kita ucapkan. Dan tak kusangka saat jalan berdua, ada mantan pacar Abel yaitu sera.
“Abel? Rena?” sera heran
“eh hai, sama siapa ser?”sapa Abel
“nggak penting sama siapa aku kesini. Oh ternyata kamu lebih pilih Rena daripada aku? Apasih lebihnya dia?” tanya sera sambil mendorongku
“biasa aja dong” balasku
“stop stop. Kalian kenapa sih? Kamu juga ser, udah deh nggak usah ungkit-ungkit. Udah Ren kita pergi aja” respon Abel sambil menarik tanganku

Aku nggak nyangka, ternyata Abel udah pernah pacaran sama sahabatku sendiri. tapi kenapa harus putus? Dan kenapa Abel memilih untuk kembali denganku? Apa aku hanya untuk pelariannya? Ah udahlah itu semua nggak penting. Udah cukup. Cukup jadi pelarian si Abel. dan cukup sakit di antara hubungan mereka. 

keberadaanmu

kusadari
berharganya dirimu
saat kau tak disisi
hanya terdiam
merenung
apa yang pernah terjadi
saat kita bersama
dahulu.
menahan tangis
saat mengingat
serpihan cerita kita
senyumanmu
masih terngiang
saat kau menghilang dariku.
tak mudah
tuk ku lupa
segalanya
yang terjadi
antara kau dan aku
semua bersisa cerita
namun satu
harus kau tau
saat cintaku dipertanyakan
hati ini tergugah.
kau tak disini
detik menit jam hari berlalu

kuarungi dengan sulit

aku kamu dia

Nyaman
Itu yang kurasakan
Saat denganmu
Berbagi
Canda
Dan rasa.
Perih,
Mungkin ia rasakan
Saat melihatku denganmu
Curiga
Saat kau mulai
membuatku tersenyum
Penasaran,
Saat
Selalu Bahagia
Semenjak ada dia.
Ku buat
Sebisa yang kulakukan
Dengan dia
Tak pernah ada paksaan
Hanya
Saling percaya

Risau

Jangan risaukanku.
Kau lupakanku
Dengan dia
Ku tak ingin
Kau tau
Ku masih menginginimu.
Kau takkan untukku
Ku takkan untukmu
Walau kau dengannya
Takkan seindah kau dan aku