Kamis, 23 Oktober 2014

Sirna

takkan ada lagi sosokmu
tiada pula canda tawa bersama
tiada jemarimu
menggandengku..
kita
memang tak lagi dalam dunia yang sama
kita tak akan bertemu.
sudah kucoba melepas dekapanmu
namun
kenangan yang membanjiri
cara untuk melupakan sejenak tentangmu
mencoba rela
namun sering teringat
inilah awal yang menyakitkan
dari perpisahan kita

Takut

aku takut
terpisah
darimu
tempat di mana
aku menyusun
sebuah teka-teki
yang sekian lama
tak terpecahkan
tempat
di mana
ibuku berjuang
melahirkanku
masih jelas kuingat
lantunan kisah demi kisah
cerita unik nan indah
di masa kecilku
kenyamanan yang tumbuh
entah kapan berawal
dan akankah semua itu berakhir

Sabtu, 08 Februari 2014

Ingkar

kala mentari tenggelam
hatiku pun mulai redup
apa yang akan terjadi?
tak seperti
yang ku kira
bayanganmu pun melintas
bayang-bayangmu mengujiku
sakit
hatiku pun berteriak tangisan
jangan hampiri
sudah cukup kau sakiti
aku ingin kau pergi
dengannya
yang menurutmu baik
aku berusaha lupa

namun kuingkari itu

Untukmu Merinduku

Kuberlari
Dengan lantunan
Lirih kurasa
Tak luput
Dari
Urutan-urutan
Syair puisiku
Tentangmu
Tentangku
Mau pun dia
Kuingin
Selalu bersamannya
Namun,
Tak ku berniat milikinya
Kuingin
Dia rasakan ini
Luputkan semua
Rasa benci
Rasa saling memilikki
Walau resah
Menghantui
Tak lelah kuberharap
Walau tiada akhir
Berpuisi dalam hati
Tak memberi harapan

Untukmu merinduku...

Jumat, 07 Februari 2014

bukan Tuhan

Aku tak sempurna
Tak memiliki semua yang orang lain punya
Disini seperti sampah belaka
Yang hanya dicemooh
Aku bukan segalanya
Tak punya tenaga
Sekuat angin topan 
seperti terinjak
Rasa memar
masih kurasa
Seakan lumpur
selalu kotor
Kotor akan kekurangan
Aku hanyalah manusia
Manusia lemah
Yang tak berarti tanpa Ia
Bukan tuhan

yang memiliki segalanya :’)

kusadari

kusadari
berharganya dirimu
saat kau tak disisi
hanya terdiam
merenung
apa yang pernah terjadi
saat kita bersama
dahulu.
menahan tangis
saat mengingat
serpihan cerita kita
senyumanmu
masih terngiang
saat kau menghilang dariku.
tak mudah
tuk ku lupa
segalanya
yang terjadi
antara kau dan aku
semua bersisa cerita
namun satu
harus kau tau
saat cintaku dipertanyakan
hati ini tergugah
kau tak disini
detik menit jam hari berlalu

kuarungi dengan sulit

Kerinduan

Saat aku merindukanmu
Saat  itu juga air mataku menetes.
Tak bisa ungkapkan yang seharusnya kuungkapkan
Dan hanya bisa kupendam dan kupendam
Berlarut larut rasa rindu itu menyiksaku
Hati ini tersiksa perlahan
Perlahan-lahan menghancurkan hidupku
Hidup yang sudah tak karuan
Ku coba lari dari larut kesedihanku
Namun bayangmu selalu ada
Di sela sela tingkahku
Dimana seharusnya aku tertawa lepas!
Aku tidak menyalahkanmu
Hanya ingin kamu mengetahui
Apa yang kurasakan

Tanpa ku mengungkapkan itu semua.

Kamis, 06 Februari 2014

Bertahan

hujan
takkan mampu menghapus kenangan bersamamu
hanya saja
mengiringi air mataku
teriknya matahari
takkan membuat
lukaku mengering
sisakan bekas
tak kunjung pudar
derasnya air berkejaran
tak menghanyutkan masalalu kelabu bersamamu
api cinta yang berkoar
kini mulai redup
namun hati ini
sulit memungkiri itu
dan
selalu ingin bertahan

Selasa, 04 Februari 2014

Goresan Luka

Dan terulang lagi
Jatuh cinta tanpa kata
Jatuh cinta tanpa makna
Jatuh cinta tak terbalas
Sakit,
Namun
Tak mudah mencari
Serupa dengan pribadinya
Kekonyolannya, perhatiannya, semua yang ada padanya
Orang yang berbeda?
Takkan mudah ku terpukau dengan hal baru
Apalagi ditaklukan
Seandainya kamu ada
Dan tau apa yang kurasakan
Apakah kamu akan tetap pergi?
Hati ini terlanjur jatuh dihatimu
Luluh akan perhatian tanpa batas
Hanyut akan kata-kata manismu
Ku tak menyangka
Kehilangan begitu cepat
Kepergianmu sangat membekas
Goresan luka yang tak kunjung pulih


Melepaskanmu

Melepaskanmu
Tidak semudah mendapatkanmu
Kita sudah terlalu lama bersama
Dan sangat jauh melangkah
Namun
Kita bukan pasangan
Ketika kau membuatku nyaman
Ketika itu pula kau meninggalkanku
Perpisahan ini
Mungkin awal dari pertemuan kita esok
Di masa depan
Mungkin, itu akan sangat indah
Beda tampilan
Seperti trendy=”))
Itu semua akankah terjadi?
Atau hanya gurauanku saja?
Salahkah aku berharap?
Salahkah aku bermimpi?

Salahkah aku menginginkan dia kembali?!

Dad...

Takkan ada senyum sapaanmu
Tak ada lagi amarah darimu
Tak ada keistimewaan saat keluarga ini berkumpul
Takkan pernah ada pelukan
Tak ada lagi liburan bersamamu
Berjalan bersama menyusuri pantai
Menikmati pemandangan laut dari tebing.
Tak ada lagi suaramu, alunan saat memainkan gitar
Tak akan ada lagi semua tentangmu
Hanya membekas bayang-bayang wajahmu
Kenangan manis, pahit, semuanya!
Aku benci
Bila mengingatmu tak disisiku

LOL=))

Sebenarnya
Ku menyimpan rasa yang sangat dalam tentangmu
Namun
Aku lelah menunggu
Dan tak mungkin
Bila ku yang memulai
Selang lama kita berkenalan
Dan aku belum berani
Mengungkapkan isi hati ini
Kamu pun terlanjur pergi
Sebelum aku tau alasannya
Rasa bersalah, dan penasaran itupun menghantuiku
Dimana akan kutemukanmu, lagi?
Dulu memang sempat ku berpikir
Kau takkan meninggalkanku
Seperti yang lainnya
Namun, kenyataannya sama


Selasa, 07 Januari 2014

Rasa

Persatuan
ku rindu
akan itu
Apa kalian rasakannya?
Luka batin ini
Memendamnya
kan ku nikmati
rasa sakit hatiku
saat ini
Sekian lama kita bersama
Membumbung
persahabatan
yang kokoh
Waktu terbuang                                             
Terbuang dengan berarti
Kini
Apa yang terjadi ?
Persatuan kita sia-sia
Terbelah
Tak ada sedikit keharmonisan
Yang ada
kebencian
rindu ini

cukup membuktikan

Sekedar Harap

Ragamu untuknya
Hatimu untukku
Itu inginku
Mungkin kau tau
Hatiku berpihak padamu
Namun kau tak kan tau
Bila Cintaku
Seluas gurun pasir
Yang Terhalang oleh debu
Sedangkan kamu?
Di lautan sebrang

Yang tak mungkin untuk kuhampiri

Perbedaan


tak terasa
aku bertahan
begitu lama
kapan?
kapan kau kembali?
temaniku kembali
mengukir indahnya
perbedaan
walau tak begitu indah
namun
kita
adalah terbaik

Pelarian

Jalanan yang masih basah akan tetesan hujan yang tak kunjung kering. Hembusan angin sepoi sepoi membuatku terpaku dalam suasana hening. Duduklah aku di bangku taman dan menuliskan sebuah puisi


Kuberlari
Dengan lantunan
Lirih kurasa
Tak luput
Dari
Urutan-urutan
Syair puisiku
Tentangmu
Tentangku
Mau pun dia
Kuingin
Selalu bersamannya
Namun,
Tak ku berniat milikinya
Kuingin
Dia rasakan ini
Luputkan semua
Rasa benci
Rasa saling memilikki
Walau resah
Menghantui
Tak lelah kuberharap
Walau tiada akhir
Berpuisi dalam hati
Tak memberi harapan
Untukmu merinduku...
Kuingat beberapa kisah masa lalu, yang hampir saja kulupa itu.
“kamu sendirian?” tanya Abel
“iya..” jawabku dengan cuek.
Abel, dia adalah masa lalu terindahku. Dia sahabatku, bahkan dia pernah menjadi pacarku. Dia yang selalu menopangku saat aku jatuh, tak pernah ada air mata yang jatuh saat bersamanya, karna dia selalu menghapus air mataku sebelum air mata itu jatuh.
“aku sempat kerumahmu, tapi kata ayahmu kamu pergi” kata Abel
“oh yaa.. lalu siapa yang memberitahumu bila aku di sini?” tanyaku
“Dulu kita sering kesini, saat kamu badmood, kangen seseorang, yaaaa ada lah pokoknya” jawab Abel
“Kamu masih ingat semua itu? Ku kira kamu mudah melupakan semua itu?” tanggapku
Memang dulu kita sering ke taman ini untuk mengungkapkan isi hati dan pikiran, saat stress misalnya.
“Hahaha, banyak orang biang kalau aku player. Tapi hubungan kita saat itu membuatku canggung.” Kata Abel
“canggung?” tanyaku tegas
“iya canggung, canggung untuk nembak cewek yang sekedar kusukai, aku sudah terlalu nyaman berhubungan denganmu, walaupun semua ini masih cinta monyet” jawab Abel lembut
Aku tidak menyangka Abel berkata itu. Perasaanku menjadi aneh, deg-degan.
“oh” aku pun berdiri dan pergi
“heeei mau kemana? Tunggu aku!!” Abel mengejar
Kita pun jalan..
Tak ada sepatah kata pun yang kita ucapkan. Dan tak kusangka saat jalan berdua, ada mantan pacar Abel yaitu sera.
“Abel? Rena?” sera heran
“eh hai, sama siapa ser?”sapa Abel
“nggak penting sama siapa aku kesini. Oh ternyata kamu lebih pilih Rena daripada aku? Apasih lebihnya dia?” tanya sera sambil mendorongku
“biasa aja dong” balasku
“stop stop. Kalian kenapa sih? Kamu juga ser, udah deh nggak usah ungkit-ungkit. Udah Ren kita pergi aja” respon Abel sambil menarik tanganku

Aku nggak nyangka, ternyata Abel udah pernah pacaran sama sahabatku sendiri. tapi kenapa harus putus? Dan kenapa Abel memilih untuk kembali denganku? Apa aku hanya untuk pelariannya? Ah udahlah itu semua nggak penting. Udah cukup. Cukup jadi pelarian si Abel. dan cukup sakit di antara hubungan mereka. 

keberadaanmu

kusadari
berharganya dirimu
saat kau tak disisi
hanya terdiam
merenung
apa yang pernah terjadi
saat kita bersama
dahulu.
menahan tangis
saat mengingat
serpihan cerita kita
senyumanmu
masih terngiang
saat kau menghilang dariku.
tak mudah
tuk ku lupa
segalanya
yang terjadi
antara kau dan aku
semua bersisa cerita
namun satu
harus kau tau
saat cintaku dipertanyakan
hati ini tergugah.
kau tak disini
detik menit jam hari berlalu

kuarungi dengan sulit

aku kamu dia

Nyaman
Itu yang kurasakan
Saat denganmu
Berbagi
Canda
Dan rasa.
Perih,
Mungkin ia rasakan
Saat melihatku denganmu
Curiga
Saat kau mulai
membuatku tersenyum
Penasaran,
Saat
Selalu Bahagia
Semenjak ada dia.
Ku buat
Sebisa yang kulakukan
Dengan dia
Tak pernah ada paksaan
Hanya
Saling percaya

Risau

Jangan risaukanku.
Kau lupakanku
Dengan dia
Ku tak ingin
Kau tau
Ku masih menginginimu.
Kau takkan untukku
Ku takkan untukmu
Walau kau dengannya
Takkan seindah kau dan aku

Sabtu, 04 Januari 2014

...

capek itu,
sayang sama orang yang salah
buang buang waktu
buang buang rasa
sakit, makin sakit saja hati ini
dan harus sadar
masih banyak diluar sana
yang lebih bisa diharapkan

merindukanmu

akan kuceritakan kepada siapa lagi kalau bukan engkau
rasa senang, sakit, kesulitan, kerinduan, penyesalan
akan kusampaikan kepada siapa untaian kata-kata leluconku
tak pernah kuragu untuk mengucapkan kat-kata konyol
demi membuatmu tertawa lepas bersamaku
telah lama ku memendam rasa ini
sakit menahan rindu
rindu yang mendalam ini
sulit kuungkap
sulit kupahami
aku merindukanmu