Saat aku merindukanmu
Saat itu juga air
mataku menetes.
Tak bisa ungkapkan yang seharusnya kuungkapkan
Dan hanya bisa kupendam dan kupendam
Berlarut larut rasa rindu itu menyiksaku
Hati ini tersiksa perlahan
Perlahan-lahan menghancurkan hidupku
Hidup yang sudah tak karuan
Ku coba lari dari larut kesedihanku
Namun bayangmu selalu ada
Di sela sela tingkahku
Dimana seharusnya aku tertawa
lepas!
Aku tidak menyalahkanmu
Hanya ingin kamu mengetahui
Apa yang kurasakan
Tanpa ku mengungkapkan itu semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar